Senin, 29 Agustus 2011

Ribut Rebit Lebaran

Selamat Hari Raya Idul Fithri! Dhuar! Dhuar! #backsoundpetasan
Well, lagi-lagi gw nggak merayakan lebaran tahun ini, hahaha ya kali gw ikutan lebaran XD tapi yang jelas gw ikut bersukacita dengan Hari Raya Idul Fitri yang dirayakan oleh semua umat muslim di seluruh dunia! Mohon maaf lahir dan batin ya teman-teman :)) Semoga pengorbanan dan ikhtiarnya selama bulan puasa kemarin membawa kebahagiaan di hari raya yang jatuh di tanggal 30, ups! Maksud gw 31 Agustus 2011 ini. Hehehe
Setelah banyak orang menunggu kapan tepatnya hilal di bulan suci ini tampak, Kementrian Agama memutuskan kalau Idul Fitri 1 Syawal 1432 H ini jatuh di tanggal 31 Agustus. Well, sorak-sorai petasan dan kumandang masjid yang awalnya terdengar merdu kemudian berangsur terdengar pelan, dan menghilang di Yogyakarta karena pengumuman Kementrian Agama itu.
Perbedaan hilal ini banyak dikecewakan oleh umat muslim di Indonesia. Penganut aliran Muhammadiyah dengan mantap akan berlebaran esok, berbeda dengan keputusan Kementrian Agama. Well, anak-anak yang takbiran malam itu harus menunda takbiran kembali esok, dan ibu-ibu yang sudah menyiapkan berbagai makanan khas hari raya pun, harus memasak kembali esok hahaha.
Indonesia adalah negara yang sarat dengan perbedaan. Bukan kali ini saja. Seharusnya sih mereka sudah mulai merasa wajar dengan perbedaan pendapat ini. Yang jelas mau kapanpun lebarannya, mau kapanpun takbirannya, masak-masaknya, esensi Hari raya Idul Fitri lah yang diutamakan. Yaitu mencapai kebersihan hati.
Gw sendiri pun sebenarnya seneng-seneng aja kapan Lebaran itu mau diadain, lha wong gw nggak ngerayain hehe. Bukannya cuek sih, tapi nggak ngaruh juga. Makan opor aja kagak, makan ketupat apalagi. Sedih ya? Nggak juga sih. Lebaran tahun ini gw dipercaya untuk stay di rumah kakak gw yang lokasinya ada di Jogja. Dia dan keluarganya + Ibunda Ratu memilih untuk mudik ke Probolinggo, Malang, dan Kediri untuk mengunjungi mertuanyah. Sok atuh, gw nggak ikut karena fisik gw terlalu lelah untuk perjalanan jauh. jadi, gw memilih untuk stay di rumah dia, bikin tugas-tugas sebuah kepanitiaan yang sedang gw jalani di Mapala UI, nulis blog, chatting, nonton TV, dan selebihnya tidur. 
Nggak ada ketupat, opor, rendang, baju baru, yang penting koneksi internet gw lancar hahaha
Well, sekali lagi gw mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitrhi, mohon maaf lahir dan batin, semoga ke depannya kita semua menjadi pribadi yang lebih baik dari pada kemarin =)

Minggu, 28 Agustus 2011

KLINIK JURNALISTIK 2011

Halo! Bagi kamu yang suka fotografi dan pintar menulis, ayo jangan ragu untuk ikut kompetisi ini! Hadiah utamanya: MAGANG DI NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA :) 
See you there!

for more information click: www.klinikjurnalistik.com &www.nationalgeographicindonesia.co.id

Well, Liburan Hampir Usai

Nggak terasa liburan semester 4 sudah mau berakhir. Gw masih merasa bego kalo pas lihat kalender lagi. Ya ampun, selama ini gw ke mana ajaaa?
Liburan yang aneh. Bukannya pulang ke rumah, malah sok berasa sibuk di kampus. Wara-wiri bolak-balik Depok-Jakarta nyariin yang namanya media partner buat event besar bernama Kompetisi Perahu Naga Mapala UI. Well, hidup memang harus lebih dari sekadarnya kan? *wink*
Yang sama dari liburan ini adalah : GW MASIH JOMBLO! Ah, sayang sekali ya. Umur udah 20 tahun tapi masih belom punya pacar. Ke mana sih kamu, hey pacar masa depan? #mulaigalaugajelas.
Tapi segalanya harus disyukuri, baik atau buruk. Pertama, di liburan ini saya dipercaya untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar daripada sebelumnya dalam sebuah organisasi yang sedang saya jalani. Kedua, saya MAGANG! #soraksorai
Magang di Polling Kompas Cetak sebenarnya sudah dimulai di bulan Maret 2011. Saya diundang untuk membantu menjadi interviewer sebuah jajak pendapat yang dilakukan via telepon ke seluruh responden yang ada di Indonesia. Pengalaman mendengarkan pendapat dan mempersuasi responden untuk mau menuangkan opininya menjadi pengalaman yang menyenangkan, selain bisa jalan-jalan dan lihat-lihat ke kantor impian saya yang ada di Jalan Palmerah Barat itu. Well, bekerja di sana menajdi obsesi yang harus saya wujudkan. Puji Tuhan, jalan itu sepertinya terbuka lebar (untuk saat ini) kelak. Amin! Ketiga, di liburan ini untuk pertama kalinya saya dipercaya menjadi mentor untuk sebuah inisiasi jurusan bagi adik-adik maba komunikasi ui 2011. Menyenangkan ya punya mente (panggilan bagi anak asuh) membimbing kinerja mereka selama inisiasi memberikan warna dalam hidup saya.
Keempat, saya pulang. Ah kayaknya cerita itu udah basi! Kelima, akhirnya saya menuangkan kembai gagasan dan pikrian saya yang kadang-kadang aneh dalam bentuk blog. Ini adalah blog ketiga saya. yang pertama di www.siskapunyabanyakcerita.blogspot.com dan yang kedua di imperfectisme.blogspot.com. Semoga blog yang paling baru ini nggak menye-menye kayak yang dulu, dapat menjadi wadah dalam menuangkan ide, dan yang paling penting mempertajam insting gw untuk peka terhadap kondisi sekitar dan menuangkannya dalam bentuk tulisan! Yey!
Well, walaupun liburan kini sudah hampir usai, mari gunakan waktu sebaik mungkin. Seperti yang biasa gw lakukan: pagi tidur, siang makan, sore tidur, dan malam jalan-jalan :P Have a good holiday pals! See you around!!!

Jumat, 26 Agustus 2011

Rumput Tetangga Terkadang Lebih Hijau

Well, temen gw Aan bentar lagi akan berangkat ke Ausie. Yogi bakal exchange ke Jepang. Diku, udah mondar-mandir aja ke Europe. Ah, so damn. Gw masih aja di sini. Di Jakarta.
Kata orang: kejarlah ilmu sampai ke negeri Cina. Gw rasa pepatah itu benar, dan apapun itu gw akan berusaha mewujudkannya. Sebagian besar temen-temen gw melewatkan libur semester panjang ini untuk melakukan banyak hal. Minimal mereka pernah deh pergi ke Singapore, ke Universal Studio, ikut konferensi atau seminar di belahan bumi yang lain, atau workshop dan sejenisnya. Well, gw nggak ke mana-mana. Masih di sini-sini aja. Gw jelas nggak berbangga dengan keadaan gw itu. Gw juga pingin seperti mereka, apalagi rasa keingintahuan gw untuk mengintip kehidupan di negara lain sangat besar, ditambah dengan jiwa plesir gw yang ibaratnya sangat tinggi dan memuncak sewaktu-waktu. Hihihi. Namun, selama gw mikirin hal-hal itu, semakin ngerasa kecil aja gw lama-lama. Belum pernah ke sini lah, belum pernah ke situ lah, prestasi pas-pasan lah, IP standarlah, nggak produktif lah. Oh my, gw mati mengiri deh lama-lama kuliah di UI.
Saat gw pulang ke Kudus ini, gw merasa segalanya berjalan dengan sangaaaat lambaaan. Misalkan dalam hal berkendara. Di sini semua orang berkendara dengan semua jenis transportasi dengan kecepatan yang pelan. Alon-alon asal kelakon, pelan-pelan asal sampai. Duh bener banget deh, sampai-sampai bisa banget jalan dengan mata tertutup di Kudus ini. Bagaimana dengan pendidikan? Well, pendidikan wajib dasar 12 tahun di Kudus terbilang lumayan. Prestasi anak didik mampu meningkatkan citra Kudus di kancah pendidikan regional Jawa Tengah. SMP-SMA gw pun sekarang berembel-embel Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Dhuar! Nah, yang terakhir ini yang bikin gw ngeri. Tingkat pernikahan usia dini di Kudus ini masih tergolong tinggi. Contoh nyata nya ada di Desa gw sendiri. Kebanyakan perempuan usia lulus SMA akan segera berakhir di pelaminan setelah ada laki-laki yang memintanya untuk menikah. Temen-temen gw jaman TK, SD, dan teman sepermainan di deket rumah kondisinya seperti itu sekarang. Saat gw pulang ke rumah kayak gini, dan mendapati kenyataan itu, gw merasa sangat bersyukur. Di usia 20 ini gw masih kuliah strata satu di sebuah universitas terbaik di Indonesia. Tinggal di kota metropolitan seperti Jakarta. Melek media, dan mendapatkan semua fasilitas hidup yang memadai. Well, melihat temen-temen gw dengan usia yang sama sudah menikah, menggendong anak, mengantarkan anaknya sekolah membuat lidah gw tercekat.
Sejak hari ini gw merasa kalau hidup gw jauh lebih beruntung daripada mereka. Baiklah, gw emang belum pernah ke luar negeri. I will go there someday, maybe in Ausie, US, London, or Amsterdam. Dan gw ngrasa ini hanyalah masalah waktu. Suatu saat nanti, gw yakin pasti bisa sekolah ke luar negeri dengan rentang waktu yang cukup lama. Minikmati kehidupan di sana sebagai pelajar, turis, budak plesir, dan wartawan. Setelah selesai, gw akan pulang ke tanah air dan memajukan pendidikan di negara ini. Gw nggak mau banyak anak muda putus sekolah dan lebih memilih untuk menikah dini. Mereka harus bisa meraih mimpi, seperti halnya dengan gw. Mereka harus pintar, terdidik, dan bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang bagus untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Bener sih, pergi keluar negeri itu ok, tapi nggak harus sekarang juga kan? Semuanya berproses.
Bersyukurlah, walaupun memang tampaknya rumput tetangga terlihat jauh lebih hijau :)

Selamat Datang di Semester 5!

Siapa sangka anak seorang tukang cukur bisa kuliah di Universitas Indonesia? Itu adalah pikiran kebanyakan tetangga terhadap situasi dan keberuntungan gw masuk UI.
Saat ini gw pulang dengan maksud dan tujuan yang sederhana saja. Gw ingin pulang ke rumah dengan damai. Tidak menyebut-nyebut UI, membawa-bawa nama kampus, sama sekali tidak menggunakan atribut. Gw pingin pulang dengan kesejatian diri gw sendiri sebagai anak Kudus, yang punya rumah di daerah Panjunan, dan sangat merindukan masa-masa kecil dan berharap bisa mengulangnya kembali.
Pikiran gw saat ini nggak muluk-muluk. IRS sudah disetujui. It's DONE. Segala kepanitiaan dan kesibukan organisasi gw tinggal sebentar. Bahkan di pikiran gw nggak terlintas apapun yang berkaitan dengan kuliah. Yang pingin gw lakukan sekarang hanya membaca, bermain, makan, tidur, jalan-jalan dan bertemu teman lama. Entahlah, apakah gw salah? #pasangwajahinnocent. Ada seorang teman yang menulis di blognya tentang sebuah janji di semester lima. Ah, gw tertarik untuk mengintip dan membacanya.
Isinya kira-kira begini: dia akan berjuang keras sampai titik darah penghabisan untuk mencapai semua cita-citanya yang akan dia raih di semester depan. Ih wow, dia bilang kalo nanti akan lebih serius di kuliah, ngejar IP, mengejar misi pertukaran pelajar, magang di sebuah perusahaan impian, rajin mencatat di kampus, dan tidak menunda-nunda pekerjaan.
Waaah, gw tercengang. Wah, ada ya orang yang kayak gini, pandai menyusun rencana dan menyiapkan target untuk kehidupannya yang akan datang. Gw pun menunduk malu, sedih, bimbang.

Bagaimana dengan gw?

Tidak terlintas sedikitpun untuk memikirkan dunia perkuliahan gw di semester depan nanti. Sama seperti semester-semester sebelumnya, gw menjalani segala hal terkadang tanpa dengan sebuah perencanaan. Hidup gw mengalir kayak jus alpukat di dalam gelas. Hahaha apa deh ini aneh banget coba! Hehe. Pernah suatu ketika gw menulis kalimat dengan huruf besar-besar di sebuah kertas yang setelah itu gw tempelkan di depan meja belajar: IP SEMESTER INI 3,7. Hasilnya? Yah lumayanlah 3,51. Namun tanpa penyesalan sedikitpun. Semester lalu, dengan setengah terpaksa, gw ikutan Badan Khusus Pelantikan (BKP) Mapala UI 2011. Sebuah prospek jangka panjang yang di luar rencana. Gara-gara Rani Fransiska, gw ikut-ikutan terjun ikut BKP 2011 ini. Sebenernya sih doi yang niat banget masuk Mapala, eh malah taunya gw yang keterusan. Karena itu, sejak Februari tahun ini gw jadi aktif ikut BKP dan masih berhutang 2 tahap lagi sebelum akhirnya gw dilantik resmi menjadi anggota Mapala UI yang kira-kira selesai di bulan Februari 2012. Oh yeah, karena alasan itulah gw mengurungkan niat mengambil 24 sks di semester lima, alih-alih hanya mengambil 21 sks saja. Nice. Organisasi jangan sampai mengganggu kuliah :) Hahaha.
Sejak tahun ini juga gw berkesempatan untuk magang di Kompas yang seharusnya masa-masa magang itu akan gw dapatkan di semester 6. Kesempatan emang nggak datang dua kali, dan waktu tidak bisa diputar. Oleh karena itu, apapun yang mungkin, gw mencoba untuk ikut dan melakukan yang terbaik.
Well, dari dua kejadian besar yang terjadi di semester 4 yang lalu itu, gw semakin percaya kalau yang namanya kesempatan baik akan datang kapan saja. Akan berbuah manis jika saat itu kita sudah siap. Oleh karena itu, gw lebih berprinsip untuk melakukan yang terbaik dalam setiap kesempatan
yang boleh gw jalani. Kesempatan untuk kuliah, berorganisasi, berkawan baik, berhubungan, dan berproses. Well, tidak ada kalimat lain yang bisa gw pekikkan di blog ini selain SELAMAT DATANG DI SEMESTER LIMA, SISKA!

Kalau Bisa Disebut "Rumah"

Ini hari kedua gw balik ke rumah. Yah, kalau bisa disebut rumah, karena sebetulnya gw udah nggak punya rumah. Rumah gw yang dulu itu kini ditinggali oleh sebuah keluarga yang bermata pencaharian utama sebagai penjual nasi goreng. Mereka punya 3 anak yang masih kecil. Saat gw balik, nggak ada satu niatpun untuk melihat atau bertegur sapa dengan penghuni baru ini. Bukannya sombong atau kenapa-kenapa, sedih aja deh rasanya, mending gw main ke tempat lain. Tahu kan gimana perasaan gw? Harusnya yang tinggal di situ adalah ortu gw! Tapi karena kondisi yang udah nggak memungkinkan, rumah itu disewa oleh orang lain. Huhuhu
 
Tapi, di suatu sore, saking kepo-nya, gw mengendap-endap berjalan menuju pintu pagar rumah gw yang berwarna jingga itu. Catnya sudah mengelupas. Oh oh. Gw mendapati sebuah pemandangan yang tidak sedap. Rumah gw sekarang udah mirip kandang babi. Berantakan, bau, semua barang bertebaran di mana-mana. Lantainya licin tidak pernah disapu atau dipel, berminyak, dan kotor. Sang penyewa rumah ini sepertinya tidak peduli dengan kondisi rumah gw yang dulunya bersih-mengkilat, sekarang udah amburadul nggak karuan. Bayangin aja, doi menjemur handuknya di pagar rumah, sandal-sandal penghuni rumah berserakan, dan cat di dinding rumah sudah mulai luntur, lembab, dan ditambah dengan lampu seadanya, rumah gw terlihat semakin temaram *adeu*
Perasaan gw campur aduk, antara pingin marah, sedih, masa bodoh, dan pasrah. Rumah yang udah gw tinggali selama hampir 18 tahun berubah menjadi kandang babi yang sesak. Di dalam ruang tamu terpasang foto anggota keluarga yang nggak gw kenal, garasi yang selama ini digunakan Bapak untuk menyimpan motornya sudah diisi dengan gerobak nasi goreng yang bukan main besarnya. Lantai penuh dengan jelaga yang membuat siapa saja akan terpeleset jika menginjaknya.
Sebenernya gw udah nggak punya hak marah-marahin si penghuni baru ini sih. Secara dia sekarang adalah penyewa yang membayar sah dan lunas selama dua tahu ke depan. Mau rumah gw dijadiin dapur nasi goreng kek, atau apapun itu terserah dia. But, pleaseee masih punya hati kaaaan? Itu rumah gueeeee.. Grr!
Last, gw menyimpan rahasia kecil ini sendirian dan cuman gw tulis di blog. Biarlah orang tua gw nggak tahu akan hal ini. Coba kalau mereka tahu, pasti deh nyesel. Huh. Pulang ke 'rumah' namun tidak tidur di rumah sendiri adalah sebuah kejadian yang janggal.

Old Memories

Akhirnya gw menginjakkan kota Kudus lagi, setelah kira-kira setahun lamanya nggak ke sini. Bapak ibu dan keluarga besar memutuskan untuk pindah dan memulai hidup baru di kota Ambarawa. Dalam nama Tuhan dan apapun, dari lubuk hati yang paling dalam, gw sedih dan ga pingin ini semua terjadi. But, you know.. my life had changed. Gw kuliah di UI Depok dan cuma sekali semester pulang, itupun sekarang pulangnya paling deket ke Jogja atau Ambarawa.
Sekarang, gw balik lagi ke sini untuk mengurus beberapa berkas yang akan gw perlukan untuk beberapa beasiswa yang ditawarkan di kampus. FYI, gw dateng ke kota ini sendirian. Naik bus dari Ambarawa ke Kudus butuh waktu kira-kira 3 jam (kalo lancar) dan sesampainya di sini gw malah bingung mau ngapain dulu. Gw nginep di mana hari ini?
Paling tidak, kota ini tidak berubah sifatnya. Masih seperti yang dulu: sepi, panas, tapi punya kesan dan kenangan yang mendalam buat gw. Sejak lahir sampai SMA gw tinggal di sini, muter-muter di daerah ini, dan gw udah hapal nama jalan besar, jalan pintas, dan tempat-tempat seru karena kota ini memang sangat kecil lokasinya. Tadi siang gw turun dari angkot yang nganter gw dari terminal di Matahari Departmen Store. Sesampainya di tempat itu, gw langsung cabut naik ke lantai dua, dan muter-muter.
 
Apa sih yang gw cari sebenernya? Nothing.
 
Gw hanya ingin mengingat masa lalu, dan melihat-lihat seperti apa Matahari sekarang.
Berhubung saat ini lagi sibuk-sibuknya semua orang dengan Hari Raya Lebaran, atmosfernya udah kerasa banget di sini. Nggak berlebihan kalo gw bilang tiap lebaran itu nggak afdol kalo orang Kudus nggak belanja atau hanya sekedar lihat-lihat di Matahari Departmen Store. Kenapa? Karena ruamenya itu lho gila-gilaan. Tua, muda, perempuan, laki-laki memadati counter baju dan memilih-milih mana yang kira-kira cocok untuk mereka gunakan di hari raya. Bagaimana dengan warga Kudus yang tidak merayakan? Sama saja, mereka akan jalan-jalan ke Matahari dan melihat-lihat produk baju, rumah tangga, dan makanan berhubung Tunjangan Hari Raya (THR) sudah dibagikan. Ahahahay!
Matahari Departmen Store di Kudus ini hanya terdiri dari 3 lantai. Lantai 1 itu hanya swalayan, lantai 2 semacam Metro-nya Depok Town Square dengan baju-baju berkualitas, namun dengan harga yang tidak terjangkau oleh warga di Kudus. Hanya saat-saat tertentu seperi inilah mereka menghabiskan banyak uang untuk berbelanja di saat Lebaran. Sedangkan lantai 3 nya hanya diisi oleh foodcourt yang masih sepi. Dulu ada nih Timezone di sini, namun karena makin lama Matahari makin sepi, sekarang tempat itu sudah diganti dengan produk wahana mainan lain.
Dulu gw sering banget ke Matahari. Beli apa-apa dikit ke Matahari. Sekarang setelah gw hidup di kota besar, dan jalan-jalan ke Matahari yang sekecil ini, wuiih berasa banget bedanya. Kalo di sini ada ITC atau semacamnya pasti deh Matahari ini bangkrut. Gw sendiri ke Matahari enggak belanja-belanji apa-apa. Gw buru-buru pulang ke rumah saudara untuk minta ijin beristirahat di sana. And anyway, atmosfernya Matahari bener-bener ngingetin gw akan Kudus. Hmm, wangi. Oke, ini saatnya untuk pulang, jalan-jalan, dan makan-makaan!