Senin, 29 Agustus 2011

Ribut Rebit Lebaran

Selamat Hari Raya Idul Fithri! Dhuar! Dhuar! #backsoundpetasan
Well, lagi-lagi gw nggak merayakan lebaran tahun ini, hahaha ya kali gw ikutan lebaran XD tapi yang jelas gw ikut bersukacita dengan Hari Raya Idul Fitri yang dirayakan oleh semua umat muslim di seluruh dunia! Mohon maaf lahir dan batin ya teman-teman :)) Semoga pengorbanan dan ikhtiarnya selama bulan puasa kemarin membawa kebahagiaan di hari raya yang jatuh di tanggal 30, ups! Maksud gw 31 Agustus 2011 ini. Hehehe
Setelah banyak orang menunggu kapan tepatnya hilal di bulan suci ini tampak, Kementrian Agama memutuskan kalau Idul Fitri 1 Syawal 1432 H ini jatuh di tanggal 31 Agustus. Well, sorak-sorai petasan dan kumandang masjid yang awalnya terdengar merdu kemudian berangsur terdengar pelan, dan menghilang di Yogyakarta karena pengumuman Kementrian Agama itu.
Perbedaan hilal ini banyak dikecewakan oleh umat muslim di Indonesia. Penganut aliran Muhammadiyah dengan mantap akan berlebaran esok, berbeda dengan keputusan Kementrian Agama. Well, anak-anak yang takbiran malam itu harus menunda takbiran kembali esok, dan ibu-ibu yang sudah menyiapkan berbagai makanan khas hari raya pun, harus memasak kembali esok hahaha.
Indonesia adalah negara yang sarat dengan perbedaan. Bukan kali ini saja. Seharusnya sih mereka sudah mulai merasa wajar dengan perbedaan pendapat ini. Yang jelas mau kapanpun lebarannya, mau kapanpun takbirannya, masak-masaknya, esensi Hari raya Idul Fitri lah yang diutamakan. Yaitu mencapai kebersihan hati.
Gw sendiri pun sebenarnya seneng-seneng aja kapan Lebaran itu mau diadain, lha wong gw nggak ngerayain hehe. Bukannya cuek sih, tapi nggak ngaruh juga. Makan opor aja kagak, makan ketupat apalagi. Sedih ya? Nggak juga sih. Lebaran tahun ini gw dipercaya untuk stay di rumah kakak gw yang lokasinya ada di Jogja. Dia dan keluarganya + Ibunda Ratu memilih untuk mudik ke Probolinggo, Malang, dan Kediri untuk mengunjungi mertuanyah. Sok atuh, gw nggak ikut karena fisik gw terlalu lelah untuk perjalanan jauh. jadi, gw memilih untuk stay di rumah dia, bikin tugas-tugas sebuah kepanitiaan yang sedang gw jalani di Mapala UI, nulis blog, chatting, nonton TV, dan selebihnya tidur. 
Nggak ada ketupat, opor, rendang, baju baru, yang penting koneksi internet gw lancar hahaha
Well, sekali lagi gw mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitrhi, mohon maaf lahir dan batin, semoga ke depannya kita semua menjadi pribadi yang lebih baik dari pada kemarin =)

Minggu, 28 Agustus 2011

KLINIK JURNALISTIK 2011

Halo! Bagi kamu yang suka fotografi dan pintar menulis, ayo jangan ragu untuk ikut kompetisi ini! Hadiah utamanya: MAGANG DI NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA :) 
See you there!

for more information click: www.klinikjurnalistik.com &www.nationalgeographicindonesia.co.id

Well, Liburan Hampir Usai

Nggak terasa liburan semester 4 sudah mau berakhir. Gw masih merasa bego kalo pas lihat kalender lagi. Ya ampun, selama ini gw ke mana ajaaa?
Liburan yang aneh. Bukannya pulang ke rumah, malah sok berasa sibuk di kampus. Wara-wiri bolak-balik Depok-Jakarta nyariin yang namanya media partner buat event besar bernama Kompetisi Perahu Naga Mapala UI. Well, hidup memang harus lebih dari sekadarnya kan? *wink*
Yang sama dari liburan ini adalah : GW MASIH JOMBLO! Ah, sayang sekali ya. Umur udah 20 tahun tapi masih belom punya pacar. Ke mana sih kamu, hey pacar masa depan? #mulaigalaugajelas.
Tapi segalanya harus disyukuri, baik atau buruk. Pertama, di liburan ini saya dipercaya untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar daripada sebelumnya dalam sebuah organisasi yang sedang saya jalani. Kedua, saya MAGANG! #soraksorai
Magang di Polling Kompas Cetak sebenarnya sudah dimulai di bulan Maret 2011. Saya diundang untuk membantu menjadi interviewer sebuah jajak pendapat yang dilakukan via telepon ke seluruh responden yang ada di Indonesia. Pengalaman mendengarkan pendapat dan mempersuasi responden untuk mau menuangkan opininya menjadi pengalaman yang menyenangkan, selain bisa jalan-jalan dan lihat-lihat ke kantor impian saya yang ada di Jalan Palmerah Barat itu. Well, bekerja di sana menajdi obsesi yang harus saya wujudkan. Puji Tuhan, jalan itu sepertinya terbuka lebar (untuk saat ini) kelak. Amin! Ketiga, di liburan ini untuk pertama kalinya saya dipercaya menjadi mentor untuk sebuah inisiasi jurusan bagi adik-adik maba komunikasi ui 2011. Menyenangkan ya punya mente (panggilan bagi anak asuh) membimbing kinerja mereka selama inisiasi memberikan warna dalam hidup saya.
Keempat, saya pulang. Ah kayaknya cerita itu udah basi! Kelima, akhirnya saya menuangkan kembai gagasan dan pikrian saya yang kadang-kadang aneh dalam bentuk blog. Ini adalah blog ketiga saya. yang pertama di www.siskapunyabanyakcerita.blogspot.com dan yang kedua di imperfectisme.blogspot.com. Semoga blog yang paling baru ini nggak menye-menye kayak yang dulu, dapat menjadi wadah dalam menuangkan ide, dan yang paling penting mempertajam insting gw untuk peka terhadap kondisi sekitar dan menuangkannya dalam bentuk tulisan! Yey!
Well, walaupun liburan kini sudah hampir usai, mari gunakan waktu sebaik mungkin. Seperti yang biasa gw lakukan: pagi tidur, siang makan, sore tidur, dan malam jalan-jalan :P Have a good holiday pals! See you around!!!

Jumat, 26 Agustus 2011

Rumput Tetangga Terkadang Lebih Hijau

Well, temen gw Aan bentar lagi akan berangkat ke Ausie. Yogi bakal exchange ke Jepang. Diku, udah mondar-mandir aja ke Europe. Ah, so damn. Gw masih aja di sini. Di Jakarta.
Kata orang: kejarlah ilmu sampai ke negeri Cina. Gw rasa pepatah itu benar, dan apapun itu gw akan berusaha mewujudkannya. Sebagian besar temen-temen gw melewatkan libur semester panjang ini untuk melakukan banyak hal. Minimal mereka pernah deh pergi ke Singapore, ke Universal Studio, ikut konferensi atau seminar di belahan bumi yang lain, atau workshop dan sejenisnya. Well, gw nggak ke mana-mana. Masih di sini-sini aja. Gw jelas nggak berbangga dengan keadaan gw itu. Gw juga pingin seperti mereka, apalagi rasa keingintahuan gw untuk mengintip kehidupan di negara lain sangat besar, ditambah dengan jiwa plesir gw yang ibaratnya sangat tinggi dan memuncak sewaktu-waktu. Hihihi. Namun, selama gw mikirin hal-hal itu, semakin ngerasa kecil aja gw lama-lama. Belum pernah ke sini lah, belum pernah ke situ lah, prestasi pas-pasan lah, IP standarlah, nggak produktif lah. Oh my, gw mati mengiri deh lama-lama kuliah di UI.
Saat gw pulang ke Kudus ini, gw merasa segalanya berjalan dengan sangaaaat lambaaan. Misalkan dalam hal berkendara. Di sini semua orang berkendara dengan semua jenis transportasi dengan kecepatan yang pelan. Alon-alon asal kelakon, pelan-pelan asal sampai. Duh bener banget deh, sampai-sampai bisa banget jalan dengan mata tertutup di Kudus ini. Bagaimana dengan pendidikan? Well, pendidikan wajib dasar 12 tahun di Kudus terbilang lumayan. Prestasi anak didik mampu meningkatkan citra Kudus di kancah pendidikan regional Jawa Tengah. SMP-SMA gw pun sekarang berembel-embel Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Dhuar! Nah, yang terakhir ini yang bikin gw ngeri. Tingkat pernikahan usia dini di Kudus ini masih tergolong tinggi. Contoh nyata nya ada di Desa gw sendiri. Kebanyakan perempuan usia lulus SMA akan segera berakhir di pelaminan setelah ada laki-laki yang memintanya untuk menikah. Temen-temen gw jaman TK, SD, dan teman sepermainan di deket rumah kondisinya seperti itu sekarang. Saat gw pulang ke rumah kayak gini, dan mendapati kenyataan itu, gw merasa sangat bersyukur. Di usia 20 ini gw masih kuliah strata satu di sebuah universitas terbaik di Indonesia. Tinggal di kota metropolitan seperti Jakarta. Melek media, dan mendapatkan semua fasilitas hidup yang memadai. Well, melihat temen-temen gw dengan usia yang sama sudah menikah, menggendong anak, mengantarkan anaknya sekolah membuat lidah gw tercekat.
Sejak hari ini gw merasa kalau hidup gw jauh lebih beruntung daripada mereka. Baiklah, gw emang belum pernah ke luar negeri. I will go there someday, maybe in Ausie, US, London, or Amsterdam. Dan gw ngrasa ini hanyalah masalah waktu. Suatu saat nanti, gw yakin pasti bisa sekolah ke luar negeri dengan rentang waktu yang cukup lama. Minikmati kehidupan di sana sebagai pelajar, turis, budak plesir, dan wartawan. Setelah selesai, gw akan pulang ke tanah air dan memajukan pendidikan di negara ini. Gw nggak mau banyak anak muda putus sekolah dan lebih memilih untuk menikah dini. Mereka harus bisa meraih mimpi, seperti halnya dengan gw. Mereka harus pintar, terdidik, dan bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang bagus untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Bener sih, pergi keluar negeri itu ok, tapi nggak harus sekarang juga kan? Semuanya berproses.
Bersyukurlah, walaupun memang tampaknya rumput tetangga terlihat jauh lebih hijau :)

Selamat Datang di Semester 5!

Siapa sangka anak seorang tukang cukur bisa kuliah di Universitas Indonesia? Itu adalah pikiran kebanyakan tetangga terhadap situasi dan keberuntungan gw masuk UI.
Saat ini gw pulang dengan maksud dan tujuan yang sederhana saja. Gw ingin pulang ke rumah dengan damai. Tidak menyebut-nyebut UI, membawa-bawa nama kampus, sama sekali tidak menggunakan atribut. Gw pingin pulang dengan kesejatian diri gw sendiri sebagai anak Kudus, yang punya rumah di daerah Panjunan, dan sangat merindukan masa-masa kecil dan berharap bisa mengulangnya kembali.
Pikiran gw saat ini nggak muluk-muluk. IRS sudah disetujui. It's DONE. Segala kepanitiaan dan kesibukan organisasi gw tinggal sebentar. Bahkan di pikiran gw nggak terlintas apapun yang berkaitan dengan kuliah. Yang pingin gw lakukan sekarang hanya membaca, bermain, makan, tidur, jalan-jalan dan bertemu teman lama. Entahlah, apakah gw salah? #pasangwajahinnocent. Ada seorang teman yang menulis di blognya tentang sebuah janji di semester lima. Ah, gw tertarik untuk mengintip dan membacanya.
Isinya kira-kira begini: dia akan berjuang keras sampai titik darah penghabisan untuk mencapai semua cita-citanya yang akan dia raih di semester depan. Ih wow, dia bilang kalo nanti akan lebih serius di kuliah, ngejar IP, mengejar misi pertukaran pelajar, magang di sebuah perusahaan impian, rajin mencatat di kampus, dan tidak menunda-nunda pekerjaan.
Waaah, gw tercengang. Wah, ada ya orang yang kayak gini, pandai menyusun rencana dan menyiapkan target untuk kehidupannya yang akan datang. Gw pun menunduk malu, sedih, bimbang.

Bagaimana dengan gw?

Tidak terlintas sedikitpun untuk memikirkan dunia perkuliahan gw di semester depan nanti. Sama seperti semester-semester sebelumnya, gw menjalani segala hal terkadang tanpa dengan sebuah perencanaan. Hidup gw mengalir kayak jus alpukat di dalam gelas. Hahaha apa deh ini aneh banget coba! Hehe. Pernah suatu ketika gw menulis kalimat dengan huruf besar-besar di sebuah kertas yang setelah itu gw tempelkan di depan meja belajar: IP SEMESTER INI 3,7. Hasilnya? Yah lumayanlah 3,51. Namun tanpa penyesalan sedikitpun. Semester lalu, dengan setengah terpaksa, gw ikutan Badan Khusus Pelantikan (BKP) Mapala UI 2011. Sebuah prospek jangka panjang yang di luar rencana. Gara-gara Rani Fransiska, gw ikut-ikutan terjun ikut BKP 2011 ini. Sebenernya sih doi yang niat banget masuk Mapala, eh malah taunya gw yang keterusan. Karena itu, sejak Februari tahun ini gw jadi aktif ikut BKP dan masih berhutang 2 tahap lagi sebelum akhirnya gw dilantik resmi menjadi anggota Mapala UI yang kira-kira selesai di bulan Februari 2012. Oh yeah, karena alasan itulah gw mengurungkan niat mengambil 24 sks di semester lima, alih-alih hanya mengambil 21 sks saja. Nice. Organisasi jangan sampai mengganggu kuliah :) Hahaha.
Sejak tahun ini juga gw berkesempatan untuk magang di Kompas yang seharusnya masa-masa magang itu akan gw dapatkan di semester 6. Kesempatan emang nggak datang dua kali, dan waktu tidak bisa diputar. Oleh karena itu, apapun yang mungkin, gw mencoba untuk ikut dan melakukan yang terbaik.
Well, dari dua kejadian besar yang terjadi di semester 4 yang lalu itu, gw semakin percaya kalau yang namanya kesempatan baik akan datang kapan saja. Akan berbuah manis jika saat itu kita sudah siap. Oleh karena itu, gw lebih berprinsip untuk melakukan yang terbaik dalam setiap kesempatan
yang boleh gw jalani. Kesempatan untuk kuliah, berorganisasi, berkawan baik, berhubungan, dan berproses. Well, tidak ada kalimat lain yang bisa gw pekikkan di blog ini selain SELAMAT DATANG DI SEMESTER LIMA, SISKA!

Kalau Bisa Disebut "Rumah"

Ini hari kedua gw balik ke rumah. Yah, kalau bisa disebut rumah, karena sebetulnya gw udah nggak punya rumah. Rumah gw yang dulu itu kini ditinggali oleh sebuah keluarga yang bermata pencaharian utama sebagai penjual nasi goreng. Mereka punya 3 anak yang masih kecil. Saat gw balik, nggak ada satu niatpun untuk melihat atau bertegur sapa dengan penghuni baru ini. Bukannya sombong atau kenapa-kenapa, sedih aja deh rasanya, mending gw main ke tempat lain. Tahu kan gimana perasaan gw? Harusnya yang tinggal di situ adalah ortu gw! Tapi karena kondisi yang udah nggak memungkinkan, rumah itu disewa oleh orang lain. Huhuhu
 
Tapi, di suatu sore, saking kepo-nya, gw mengendap-endap berjalan menuju pintu pagar rumah gw yang berwarna jingga itu. Catnya sudah mengelupas. Oh oh. Gw mendapati sebuah pemandangan yang tidak sedap. Rumah gw sekarang udah mirip kandang babi. Berantakan, bau, semua barang bertebaran di mana-mana. Lantainya licin tidak pernah disapu atau dipel, berminyak, dan kotor. Sang penyewa rumah ini sepertinya tidak peduli dengan kondisi rumah gw yang dulunya bersih-mengkilat, sekarang udah amburadul nggak karuan. Bayangin aja, doi menjemur handuknya di pagar rumah, sandal-sandal penghuni rumah berserakan, dan cat di dinding rumah sudah mulai luntur, lembab, dan ditambah dengan lampu seadanya, rumah gw terlihat semakin temaram *adeu*
Perasaan gw campur aduk, antara pingin marah, sedih, masa bodoh, dan pasrah. Rumah yang udah gw tinggali selama hampir 18 tahun berubah menjadi kandang babi yang sesak. Di dalam ruang tamu terpasang foto anggota keluarga yang nggak gw kenal, garasi yang selama ini digunakan Bapak untuk menyimpan motornya sudah diisi dengan gerobak nasi goreng yang bukan main besarnya. Lantai penuh dengan jelaga yang membuat siapa saja akan terpeleset jika menginjaknya.
Sebenernya gw udah nggak punya hak marah-marahin si penghuni baru ini sih. Secara dia sekarang adalah penyewa yang membayar sah dan lunas selama dua tahu ke depan. Mau rumah gw dijadiin dapur nasi goreng kek, atau apapun itu terserah dia. But, pleaseee masih punya hati kaaaan? Itu rumah gueeeee.. Grr!
Last, gw menyimpan rahasia kecil ini sendirian dan cuman gw tulis di blog. Biarlah orang tua gw nggak tahu akan hal ini. Coba kalau mereka tahu, pasti deh nyesel. Huh. Pulang ke 'rumah' namun tidak tidur di rumah sendiri adalah sebuah kejadian yang janggal.

Old Memories

Akhirnya gw menginjakkan kota Kudus lagi, setelah kira-kira setahun lamanya nggak ke sini. Bapak ibu dan keluarga besar memutuskan untuk pindah dan memulai hidup baru di kota Ambarawa. Dalam nama Tuhan dan apapun, dari lubuk hati yang paling dalam, gw sedih dan ga pingin ini semua terjadi. But, you know.. my life had changed. Gw kuliah di UI Depok dan cuma sekali semester pulang, itupun sekarang pulangnya paling deket ke Jogja atau Ambarawa.
Sekarang, gw balik lagi ke sini untuk mengurus beberapa berkas yang akan gw perlukan untuk beberapa beasiswa yang ditawarkan di kampus. FYI, gw dateng ke kota ini sendirian. Naik bus dari Ambarawa ke Kudus butuh waktu kira-kira 3 jam (kalo lancar) dan sesampainya di sini gw malah bingung mau ngapain dulu. Gw nginep di mana hari ini?
Paling tidak, kota ini tidak berubah sifatnya. Masih seperti yang dulu: sepi, panas, tapi punya kesan dan kenangan yang mendalam buat gw. Sejak lahir sampai SMA gw tinggal di sini, muter-muter di daerah ini, dan gw udah hapal nama jalan besar, jalan pintas, dan tempat-tempat seru karena kota ini memang sangat kecil lokasinya. Tadi siang gw turun dari angkot yang nganter gw dari terminal di Matahari Departmen Store. Sesampainya di tempat itu, gw langsung cabut naik ke lantai dua, dan muter-muter.
 
Apa sih yang gw cari sebenernya? Nothing.
 
Gw hanya ingin mengingat masa lalu, dan melihat-lihat seperti apa Matahari sekarang.
Berhubung saat ini lagi sibuk-sibuknya semua orang dengan Hari Raya Lebaran, atmosfernya udah kerasa banget di sini. Nggak berlebihan kalo gw bilang tiap lebaran itu nggak afdol kalo orang Kudus nggak belanja atau hanya sekedar lihat-lihat di Matahari Departmen Store. Kenapa? Karena ruamenya itu lho gila-gilaan. Tua, muda, perempuan, laki-laki memadati counter baju dan memilih-milih mana yang kira-kira cocok untuk mereka gunakan di hari raya. Bagaimana dengan warga Kudus yang tidak merayakan? Sama saja, mereka akan jalan-jalan ke Matahari dan melihat-lihat produk baju, rumah tangga, dan makanan berhubung Tunjangan Hari Raya (THR) sudah dibagikan. Ahahahay!
Matahari Departmen Store di Kudus ini hanya terdiri dari 3 lantai. Lantai 1 itu hanya swalayan, lantai 2 semacam Metro-nya Depok Town Square dengan baju-baju berkualitas, namun dengan harga yang tidak terjangkau oleh warga di Kudus. Hanya saat-saat tertentu seperi inilah mereka menghabiskan banyak uang untuk berbelanja di saat Lebaran. Sedangkan lantai 3 nya hanya diisi oleh foodcourt yang masih sepi. Dulu ada nih Timezone di sini, namun karena makin lama Matahari makin sepi, sekarang tempat itu sudah diganti dengan produk wahana mainan lain.
Dulu gw sering banget ke Matahari. Beli apa-apa dikit ke Matahari. Sekarang setelah gw hidup di kota besar, dan jalan-jalan ke Matahari yang sekecil ini, wuiih berasa banget bedanya. Kalo di sini ada ITC atau semacamnya pasti deh Matahari ini bangkrut. Gw sendiri ke Matahari enggak belanja-belanji apa-apa. Gw buru-buru pulang ke rumah saudara untuk minta ijin beristirahat di sana. And anyway, atmosfernya Matahari bener-bener ngingetin gw akan Kudus. Hmm, wangi. Oke, ini saatnya untuk pulang, jalan-jalan, dan makan-makaan!

Senin, 22 Agustus 2011

Shaun the Sheep: Animasi Unik Tanpa Dialog

Belakangan ini saat gw balik ke rumah, akhirnya gw nonton TV. Horeee!! Gini nih enaknya liburan, bisa pulang, nonton TV, dan ganti-ganti channel sepuwasnya.
Berhubung gw tinggal beberapa hari di rumah keponakan, gw jadi punya hobi baru yaitu nonton Shaun The Sheep di MNC TV tiap pukul 18:30 WIB. 
Program acara anak-anak ini lucu dan nggak bikin bosen karena perbandingan mikir dan ketawanya imbang. Dan tidak terlalu mengeksploitasi penderitaan layaknya Bernard Bear ahihihihi..
Shaun The Seep adalah program acara asli Inggris yang diproduksi oleh Aardman Animations yang pertama kali tayang di CBBC Maret 2007. Sekarang sedang rehat, dengan tersedia 80 episode hasil dari penayangan 2 musim, untuk diulang-ulang hehehe..

Modelnya ada komedi situasi dengan latar belakang pertanian. Shaun harus menyelesaikan problem-problem yang ada sepanjang episode, dan banyak berinteraksi dengan Bitzer, si anjing penjaga. Semuanya sambil menghindari petani pemilik lahan. Ingat episode saat ada kol jatuh dan kemudian menjadi sarana permainan sepak bola? Itu episode pertama. Lalu ingat juga episode domba-domba tidak mau mandi, maunya pakai air panas? Kalau itu episode kedua. (Gw bisa nonton edisi pertama karena MNC sering banget puter ulang, kadang ada yang baru, kadang repeat dari edisi sebelumnya)

Setiap penayangan sangat identik dengan dagelan klasik yang sunyi. Tidak ada dialog, bahkan oleh karakter manusianya. Suara domba, anjing, atau lenguhan manusia yang banyak terdengar. Ini juga keunikannya, menyampaikan pesan nyaris tanpa kata-kata. Mirip dengan kelakuan Mr. Bean kan ya.
Shaun pertama kali nongol sebagai cameo di Wallace & Gromit, sebagai domba termuda, dengan karakter yang mirip dengan yang nongol sekarang.



Ini beberapa tokohnya yang harus kalian kenal: 
Shaun: protagonis utama, dan merupakan pemimpin kawanan
Bitzer: anjing penjaga domba, yang nyaris selalu menderita
Shirley: mesin makan, sangat besar, saking besarnya sering harus dipindahkan dengan didorong atau memakai alat berat
Timmy: sepupunya Shaun yang masih bayi. Jadi bintang utama waktu episode dia hilang
Ibunya Timmy: diberi tampilan ibu-ibu dengan perangkat khusus di kepala, semacam roll gitu. Karena Timmy adalah sepupunya Shaun, jadi ibunya Timmy adalah tantenya Shaun. Nggak penting ya?
Kawanan Domba: ini domba-domba lainnya, tidak bernama memang, karena nyaris mirip semuanya
Petani: menjalankan pertanian didampingi Bitzer, dan banyak menjadi objek penderita di beberapa serial
Kawanan Babi: ini antagonisnya, suka usil pada kawanan domba, dan bahkan pada Bitzer
Pidsley: kucing, masih minor di musim pertama, tapi jadi utama di musim kedua, iri terhadap kedekatan petani dengan Bitzer dan tidak suka domba
Ibu Ayam: muncul di beberapa seri sebagai tokoh utama, kadang-kadang sebagai cameo
Bayi Ayam: jadi utama saat menetas di dekat Shaun, dan menganggap Shaun ibunya. Juga tampil sebagai cameo di seri lain
Bebek: korban saat makan kol besar, lalu saat membeku di air dingin
Burung: muncul beberapa kali, termasuk untuk suara telepon pas seri pencurian air panas
Pizza Delivery Boy: muncul sebagai cameo juga di beberapa seri, tetapi utamanya waktu jualan Pizza
Supir Bus: beberapa seri memakai bus sebagai transprotasinya
Keluarga Alien: pasti pada ingat seri waktu kawanan Shaun diusili alien.

Berhubung Shaun The Sheep ini sunyi dari kata-kata, agaknya informasi di atas cukup membantu mengenal lebih dekat Shaun The Sheep. Ohya, Shaun tayang di lebih dari 70 negara di dunia loh. 
Nonton acara ini hampir tiap hari suka bikin gw ngakak-ngakak sendiri di depan TV. Lama-lama gw perhatiin kalo bentuknya si Shaun itu kayak mainan lilin apa gitu ya yang biasa dibentuk aneka macam.
Splendid!

Something You Need to Know

I know you’re reading this. And I want you to know I’m writing this for you. Others will be confused.  They will think I’m writing this for them.  But I’m not.

This one’s for you.

I want you to know that life is not easy.  Every day is an unpredictable challenge. Some days it can be difficult to simply get out of bed in the morning. To face reality and put on that smile. But I want you to know, YOUR SMILE has kept me going on more days than I can count. Never forget that, even through the toughest times, you are incredible. You really are.
So smile more often, not for me. But, you have so many reasons to. Time and again, my reason is you.

You won’t always be perfect. Neither will I. Because nobody is perfect, and nobody deserves to be perfect. Nobody has it easy, everybody has issues. You will never know exactly what I’m going through. And I will never know exactly what you’re going through. We are all fighting our own unique war.
But we are fighting through it simultaneously, together.
Whenever somebody discredits you, and tells you that you can’t do something, keep in mind that they are speaking from within the boundaries of their own limitations.  Ignore them.  Don’t give in.  In this crazy world that’s trying to make you like everyone else, find the courage to keep being your awesome self.  And when they laugh at you for being different, laugh back at them for being the same.
Remember, our courage doesn’t always roar aloud. Sometimes it’s the quiet voice at the end of the day whispering, “I will try again tomorrow.” So stand strong. Things turn out best for people who make the best out of the way things turn out.

And I am committed to making the best of it along with you.

Regards,
Siska.

Hal-hal yang Ngingetin Kita Jaman Dulu :D

Sekedar mengenang masa-masa waktu kita masih sekolah biar bisa cerita sama anak cucu, tentang kelakuan orang tuanya dulu..
1. Make sepatu ala ABRI merek Dok Mart (katanya kependekan dari Dokter Marten, wakakak, sapenye Roy Marten niih)
2. Make wardrobe merek ALIEN WORKSHOP (yoiii, sape yg ga tau merk ini)
3. Menjadi Korban Celana Bergaris (KCB) merek MAMBO
8. Ga lupa beli juga sepatu La Gear Light (masi inget nyala lampunya doonk,wakakaka)
12. Ngabisin koinan buat maen DingDong
13. Ga ada duit buat ding dong? Gampaaaang, maen aja GIMBOT yg diiket pake tali yang maennya sambil jongkok (kalo waktunya abis, tuh tali ditarik ama abang2nya..wakakaka )
14. Make jam jengkol merek POP SWATCH (ingeeet ga? Jam yang gedenya amit2 dan bisa di cantelin di kaos)
16. Ngumpulin stiker PANINI (hahahah, PANINI gauuul bgt jaman itu)
17. Ngoleksi Kartu Basket (Michael Jordan paling dcari jaman itu,,hehehehe)
18. Ngoleksi Kartu Dragon Ball (ada yg hologram, ada yg Double)
19. Yg cewek ngoleksi dan tuker2 an stiker luthu-luthu (ada yg bludru juga looow... gosipnya kalo warna atas dan bawah sama berarti ASLI..hahahaha, urban legend!)
20. Yg cewek juga maen org2an dari kertas, yang bisa diganti2 bajunya (dari kertas juga) yg dijual di abang2..
21. Blom bisa nyetir?? Gampang, maen TAMIYA ajha.
22. Makan ANAK MAS
23. Beli COKLAT AYAM
24. Makan permen karet YOSAN, skalian ngumpulin huruf2nya Y- O - S - A - N (tp yg "N" susyeee bener dapetnya..lupa diproduksi kaliiie yeee)
25. Makan JAGOAN NEON biar lidahnya berubah warna
26. Ga pernah ngelewatin SI DOEL ANAK SEKOLAHAN (pa kabar ye zaenab ama sarah)
27. Nonton kartun Remi, Lika Liku Laki-Laki, Gara-Gara, pake kacamata 3 Dimensi
28. Beli GULALI yg bisa dibentuk macem2, yg warnanya ijo ama merah (paling seneng beli yg bisa di smpriiit..sambil makan sambil priiiiit)
29. Nonton KOTARO MINAMI jadi Ksatria Baja Hitam dan DORAEMON
30. Berharap di Indonesia ada acara kaya TV Champion dan Takeshi Castle
31. Penggemar setia AIRWOLF, KNIGHT RIDER, dan the legend MACGYVER
32. SLANK dan DEWA 19 baru2 aje nongol (hahahaha, dhani, dhani, liat lo masa lalu, cupuuu bgt, skarang ngocol bner bang!!)
33. Beli Tas Pinggang (wakakak, skarang kaya tukang kredit ajeee,,)
34. Ga ada HP?? Gampannng, kak ada PAGER! (nusalink?nusapage? sama ajeee..sama2 ngobrol dulu ama mbak2 operatornya. ..hahahaha)
35. Ga mau rugi nelpon? Pake ajha KOIN GANTUNG
36. Mantengin KUIS KELUARGA LIFEBUOY bersama Cathy yyyy Boooooon (wakakaka, kmana ya skarang tuh orang?? Masi suka ngeBON ga yaa??)
37. Nonton Tak Tik Boom ama bang dede yusup
38. Berusaha keras nelp biar bisa ikutan kuis JARI JARI (baca: jareee jareeeeee)
39. Ngumpulin TAZOS (bner ga niy nulisnya??) dari Chiki, dkk
40. ayo sukseskan GN-OTA (tau dooonk kepanjangannya)
41. Sedih, gara2 TIMOR TIMUR lepas dari RI
42. MOBNAS TIMOR diluncurin
43. Melihara binatang/Bayi ala TAMAGOTCHI
44. Maen MORTAL KOMBAT , STREET FIGHTER, KONTRA, DOUBLE DRAGON
45. Nonton pilem di LASER DISC (CD ukuran Obesitas.,.. pantesan ajha jaman dulu ga ada yg bawa bokep ke skolahaaannn. ...gampang bner ktawannya..hahahaha )
46. Make NECKERMAN or CARVILL
47. Deg2an nonton SUSI SUSANTI, ALAN BUDIKUSUMA, HARIYANTO "smash 100watt" ARBI, dan RICKY-REXI
48. ngikutin pilem SI MANIS JEMBATAN ANCOL (si manis, suit suit, seksi bneeer kamuuu)
49. RIA ENES-SUSAN lg sering nongol di tivi
50. Di saingi oleh duet BONDAN PRAKOSO-ENNO LERIAN
51. Bibit sinetron baru2 aje muncul, kaya ABAD 21, BELLA VISTA, NOKTAH MERAH PERkimpoiAN, (inilah cikal bakal penghancur bangsa,,wekekekek)
52. AMKM (anda meminta kami memutar) diTPI lg hot2nya (duuuh, jeng rina gunawan, masyii kuruuuus bgt looow)
53. Ngikutin WILD ROSE (Rosaaaa, pantate,,,montoook) ...wakakakakak, telenopela pertamaaaa tuuuh...pada kmana ya telenovela ??mending itu deh drpd sinetron jaman sekarang, halo para produser, siarin lg duuunk tele nopela (maria mercedes, dkk)
54. Make Rautan Kaca di spatu buat ngintip
55. Jam 7malem dan Jam 9 malem mesti nonton DUNIA DALAM BERITA
56. Jokes uang GOPEK versi gambar MONYET (tante, Iwannya ada??...ooow, ada di belakang, kamu ke blakang ajha...!)..basii bgt tuh jokeeee,,tp okelah jaman itu..
57. Maen tebak2an pake BUKU ASBAK
77. Mesti ngapalin RPUL - RPAL - BUKU PINTAR
58. Kalo 80an punya speda bmx, 90an punya FEDERAL..canggiiih. .
59. Make kalimat "E GE PE " (emang gue pikirin...!! ....yaa ga usa dipikirin)
60. Sering ngomong "TAU AAAH, GELAAAAP"..( hahaha, memang jaman kegelapan tuh 90an)
61. Dapet salam dari EKO...(eko siapa??)..EEEE, KOOK LOYOOO!!!!.. .(hahahahaha)
62. Ngikutin kata-kata iklan "SAYA MAU YANG PALIING ENAAAAK"
63. Iklan juga " AAAAHH, TEORRRRIII"
64. Godain mbak2 penjaga tol dengan ngomong "XON-C nya MANAAAA????"
65. Maen "DONAL BEBEK, MUNDUR 3 LANGKAH"
66. Ngata-ngatain temen dengan nama BAPAKnya..(kalo uda parah, nama ibu juga ikutan...wakakaka, ga jelaaas bgt)
67. Maen GIMBOT yg bisa ngomong "BEGO LO!... OKE JUGA LO"
68. Maen TANK BAJA (kedua tangan kita digabung ama tangan temen kta, trus disilangin.. misiii, tank mau lewaaaat)
69. Belajar gitar pake MBS
70. Si KOMO bikin macet jakarta (lebih dulu daripada busway tuh)
71. Ngerap bareng IWA K dan DENADA
72. Ngoleksi komik CANDY-CANDY
73. Yg cowok baca KUNG FU BOY dan DRAGON BALL
74. Beli penghapusan bentuk huruf2 yg atasnya ijo and berbau wangi
75. Mau telp umum tapi males bawa koinnya? Bawanya kartu telpon.... trus kalo udah bolong (klo gak salah) jadi barang koleksi... hahahaha....
76. Di RCTI tiap Kamis jam 8 malem ada LAYAR EMAS....
77. Klo jam istirahat maennya tak gebok pake bola tenis, tak benteng, tak patuk, tak jongkok dan tak tak yang lainnya....
78. Banyak yang menggandrungi maen kartu MAGIC (diboongin orang Amrik), POKEMON (diboongin orang Jepang)
79. Blom ada XXI dan Blitzmegaplex, adanya Studio 21.
80. Bensin Premium masih Rp. 1800/L
81. Harga buku komik masih Rp. 1500 trus berubah jadi Rp. 2000 > 3800 > 4000 > 4500> 5000 > .... > sekarang?! ada yg sampe Rp 25.000!
82. Maen game komputer CHIP, SkyFree, solitare, tripeaks, dll.... Blom jaman maen internetan...
83. Para wanita menggandrungi boyband.....
84. Jamannya maenan LEGO, MECHANO, CAPSELA
85. Console yg pertama ada NINTENDO (2 tombol A dan B), lanjut kluar SEGA yg 3 tombol, SUPER FAMICOM/NINTENDO (6 tombol)
86. Gameboy, cikal bakal dari PSP dkk....
87. Antena TV masih yg kaya jemuran, blom jaman parabola ato TV cable....
88. Joke duit Rp 50rb yg gambar Pak Harto, cara ngecek palsu apa kaga dilipet trus digebuk gbr mukanya berubah gak....
89. Blom jaman demo2an masal.....
90. PEMILU gak pusing milihnya, cuman 3 Partai....


Hahaha, jaman sekarang yang beginian udah nggak populer kali yaks XD

Minggu, 21 Agustus 2011

Dua Orang Perancis

Perjalanan menuju Ambarawa dalam rangkaian acara pulang kampung membawa kesan yang berbeda kali ini buat gw. Dalam perjalanan itu, tepatnya di daerah Muntilan, gw ketemu dengan dua orang turis asal Perancis yang memiliki pribadi yang sangaaaat menyenangkan!
Kalau bukan karena gw kepo setengah mati sama attitudenya mereka, dan pingin mengaplikasikan bahasa asing yang pernah gw pelajari, ga mungkin kayak gini deh ceritanya XD

Pertama, gw masuk ke dalam bus umum arah Semarang. I met a woman. Kulitnya putih, rambutnya berwarna pirang dengan rambut dikuncir bundel ke atas. Dia duduk dengan santai, nyaman, memakai celana pendek motif army, dan singlet berwarna hitam. Waktu gw bawain tasnya ortu dan nyari tempat duduk buat kami berdua, wajah dan mata kami bertemu, dan dia melemparkan senyum ke arah gw. Trus gw mikir, apakah gw perlu melakukan percakapan dengan orang asing ini?

Nyokap gw yang jarang-jarang banget lihat bule sih kelihatannya santai-santai aja kalo gw membuka percakapan. Makaaaa jadilah kami ngobrol selama perjalanan, dimulai dari Muntilan sampai dengan Ambarawa, Jawa Tengah. Dari pukul dua belas siang sampai setengah empat sore. Hehehe

Namanya Estle. Dia adalah warga asli Perancis dengan darah setengah Portugis dari Ayahnya dan Perancis dari Ibunya. Ia tinggal dan menetap di Perancis, dan sedang menghabiskan masa liburan *dan euro-nya*di Indonesia. Oh my, dia bilang kalo udah bosen keliling Eropa, dan lebih suka berpetualang ke Asia. Ia cerita kalau baru kemarin dari Sumatera, dan unfortunately hujan masih mengguyur deras di sana. Oleh karenanya doi pindah ke Yogyakarta, dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju Jepara untuk melanjutkan jalan-jalan ke Pulau Karimunjawa. 
Estle sangat cantik.  Bola matanya berwarna coklat. Ia tidak melakukan perjalanannya ini sendirian. Ada seorang Mr. X yang menemani dia. Doski dateng setelah dari toilet di Terminal Muntilan. Kayaknya nyasar gitu hehe. Estle bilang kalo doi sama pacarnya ini nggak menikah. Mereka sedang di mabuk asmara, tapi nggak memutuskan untuk menikah. Yah, istilahnya kumpul kebo-lah kalo di Indonesia. Hihihi. Doi bilang kalo di Perancis itu menikah enggak segitu pentingnya kayak di Indonesia. Dan, gw setuju dengan pandapatnya dia. Menikah itu nggak penting. Komitmen itu yang PALING penting. #tampokmuka.

Nah, gw memulai percakapan ini dengan statement gw tentang indahnya kota Paris itu. Gw bilang sama dia kalo temen-temen gw di Indo aja segitu pinginnya *demikian juga dengan gw* untuk pergi ke sana. Bahkan menetap di sana. Estel setuju. Tapi berhubung doi adalah warga asli Prancis yang sudah 30 tahun hidup dan menetap di sana, dia merasa udah kayak biasa aja. Dia bilang kalo musim terbaik pergi ke Paris adalah saat bulan Juni di mana belum banyak turis yang dateng, dan hawanya sejuk dan nggak dingin-dingin amat. FYI: dia bilang kalo sebetulnya masyarakat Prancis itu orangnya individualis. Mereka suka berkumpul dengan anggota komunitas atau dari keluarganya aja. Emang sih tinggal di Paris itu romantis, tapi jangan harap mendapatkan cowok Prancis yang romantis. Meskipun mereka punya banyak uang, mereka tidak terlalu suka tersenyum. Emosinya biasa-biasa saja bahkan cenderung gloomy. Begitu kata Estle menasehati gw dalam urusan jodoh. Hehehe.
Yang mengejutkan adalah ternyata doi ini beragama Katolik. Kaget kan gw, di saat kaum muda Katolik sedunia kini sedang beradorasi dan pergi ke Madrid untuk ikutan World Youth Day 2011, eh eh eh doi sama pacarnya malah jalan-jalan ke Indo. Estle bilang kalo sebenernya dia nggak suka sama liturgi, percaya sih sama Tuhan, tapi dia mengaku hanya berdoa dalam hati. Wow, itu adalah kalimat yang sangat jujur yang gue denger hari ini.

Seandainya ya gw hari ini jalan sendirian, mungkin gw bakal ikut mereka ke Karimunjawa deh. Soalnya rencana mereka buat seneng-seneng dengan harga yang murah-meriah tuh setipe sama cara jalan-jalan gw. Bedanya sama gue mungkin mereka ini masih belum terbiasa dengan masakan Indonesia yang beraneka bumbu, sukanya pake banyak santan, dan dimasak dengan minyak atau mentega yang sangaaat banyak. 

Setelah kami berdua berbicara begitu banyak (si cowok tetep diem karena doi sama sekali nggak bisa bahasa Inggris) dan si Estle pun capek kalo harus mentranslate percakapan kami dengan bahasa Prancis, kami sepakat untuk saling menghubungi kembali by email atau facebook. 
Huah, sampai ketika gw berpamitan dan bilang kalo gw harus turun dari bus umum yang mendekatkan kami itu, hati gw berasa ganjil gimanaaa gitu. Gw sedih pisah dengan dua teman gw yang baru ini.

Gw berharap sih mereka sampai di Jepara dengan selamat, menikmati penyeberangan mereka ke Karimunjawa, naik ke gunung Bromo, dan bersenang-senang di Bali.

I promise to my self Estle, I will go to the Paris someday and meet you agaiiin!
Hear my prayer to them God, save them until they are back to their country. Ameeen.


Sabtu, 20 Agustus 2011

Tumbuh dan Dewasa dengan Menulis

Gw lagi di rumah, (yah sebut sajalah ini "rumah") dan mencoba menghabiskan sisa-sisa waktu liburan dengan berpura-pura senang. Ha ha ha #ketawasemu.
Sejujurnya gw boring karena di rumah gw nggak ngapa-ngapain. Ini dia yang bikin gw sebel dan ujung-ujungnya annoy diri gw sendiri. Perasaannya kayak campur aduk. Pingin di rumah sama ortu, tapi karena ga ada kerjaan malah berasa useless dan kangen balik ke Depok. Tapi kalo udah balik ke Depok kok ya malah pingin pulang, makan masakan rumah dan ga ada kerjaan. Dih, hidup gw labil abis.
Sampai suatu ketika, gw menemukan passion gw kembali buat menulis. 
Duluuuuu banget gw suka banget nulis. Beberapa kali tulisan gw menang kompetisi dan dimuat di media cetak lokal. Gw sudah mulai mengumpulkan pundi-pundi uang saat gw duduk di kelas 6 SD. 
Nah, seiring berjalannya waktu nih, gw kuliah, sibuk organisasi, banyak tugas, dan passion yang satu ini agaknya jadi terhambat dan mulai lupa.
Gw mulai dengan hobi yang baru, ketemu orang yang baru, dan banyak kejadian itu malah lupa gw catet. Ada dorongan untuk nulis lagi. entah itu di tembok kamar kosan, di daun, di meja kelas, twitter, dan media lainnya. 
Tapi.. kok gw ngrasa tulisan gw lama-lama dangkal banget ya. Gw bahkan bingung mau nulis apa, mulai dari mana, ending ceritanya kayak apa. Suatu kali gw menemukan topik bagus untuk gw tulis, tapi di tengah jalan gw demot karena ga sedikit orang menganggap tulisan gw ga penting, sampah, dan ga ada esensinya. Nggak lama, gw menjadi orang yang jarang nulis. Segala hal yang gw alami, gw rasakan, gw ikuti, gw temui terpendam dalam-dalam di lubang ketakutan gw sendiri. 
Namun belakangan gw menyadari bahwa kevakuman ini telah membuat emosi gw naik turun, kadang senang, kadang sedih, galau, dan gw nggak tahu harus cerita ke mana, ke siapa, karena orang-orang yang selama ini gw percaya NGGAK PERNAH ada buat gue. 
Jadi, harus ke manakah gw bercerita?
Microblogging di tumblr.com, twitter.com hanyalah sebuah pencitraan semata buat gw, dan gw rasa itu nggak cukup menampung berratus-ratus kata yang biasa gw ketik di dalam sebuah tulisan.
And finally, i meet my passion again, and we had reconsiliation.
Gw berdamai dengan kenyataan bahwa gw nggak bisa memaksa semua orang untuk suka atau menghargai tulisan gw. Gw hanya mencoba untuk tetap ada di jalan gw sebagai seseorang yang tumbuh dan menjadi dewasa karena menulis.
Perlahan namun pasti, gw merasa beban-beban pikiran yang selama ini memenuhi otak gw, ide-ide gila yang terkadang briliant namun sampah bisa tersalurkan dengan sebuah media yang namanya blog.

Gw percaya kok, tiap orang yang lahir punya talenta dan passion masing-masing. Ada orang-orang yang sudah menjadi penulis terkenal, punya banyak uang, dan buku mereka menjadi best seller di toko buku kebanyakan. Mereka hanyalah orang-orang yang punya cita-cita besar dan memaksimalkan apa yang mereka punya. 
Lalu bagaimana dengan anda, saya, kita semua?
Bisa kok :)

Jumat, 19 Agustus 2011

Hi Stranger :)

Siapa yang pernah pake messenger yang namanya Omegle.com? Hayo ngaku! Hahaha sekarang gw lagi seneng-senengnya pake messenger itu. Dengan demotnya gw sama messenger yang namanya Skype yang ternyata trap buat gw dari maniak-maniak cam sex belaka di dunia maya, gw mulai merasa risih dan mulai berpindah ke messenger yang baru.
Alasannya satu aja sih: gw suka banget ngobrol, dan kalo lagi nggak bisa ketemu temen ngobrol di dunia nyata, chatting online di dunia maya menjadi kebiasaan yang wajib gw lakukan di masa liburan. Hihihi
Omegle.com agak berbeda dengan messenger kebanyakan yang sekalinya mau chatting harus sign up jadi member dulu. Kenapa? Alasannya klise: karena Omegle.com memfasilitasi penggunanya untuk chatting dengan orang yang tidak dikenal alias stranger. Lucu ya? Hihi buat gw itu lucu bwangeet..
Jadi, setelah buka omegle.com akan tersedia pilihan: CHAT WITH TEXT or CHAT WITH VIDEO. Karena gw cukup trauma dan risih dengan video-video yang ga jelas seperti yang gw pernah dapet waktu main Skype, gw lebih memilih opsi pertama.

Here I am, chatting with stranger all over the world, talking about anything, and in the end of the chat kami cuma share twitter atau facebook. Sampai sekarang gw masih merasa "aman" dan "nyaman" sih pake Omegle.com, sekalinya ada stranger yang nggak sopan, minta yang aneh-aneh, dan suka ngomong jorok ya tinggal tekan ESC atau disconnect. Selesai persoalan. Beres.
Cuman ya itu sih, menurut gw ngobrol empat mata masih menjadi hal yang paling gw suka. Apalagi kalau bisa memilih sendiri temen ngobrol yang asik dan topik yang seru.
Sayangnya, nggak akan ada lagi temen yang kayak gitu...

There is anything optional for me, please?


Kamis, 18 Agustus 2011

Talk About Wedding

Bapak dan Ibuku punya lima orang anak, lima menantu, dan enam orang cucu. Cuman gw yang belum menikah dan bersuami, apalah umur gw yang masih 20 tahun ini guys. Hahaha.
Namun belakangan topik ini jadi bahan pembicaraan temen-temen gw di kampus, di kosan, di organisasi/kepanitiaan berbarengan dengan datangnya undangan pernikahan dari teman-teman masa kecil yang berencana mengakhiri usia lajangnya di tahun 2011 ini. Ah, rupanya mereka sudah menemukan tambatan hati...
Sulit untuk dipercaya, teman-teman gw itu bahkan ternyata sudah punya anak terlebih dahulu (baca: married by accident), dan ia kini sudah menjadi ibu/ayah di dalam keluarganya. Lucu ya, kayaknya baru kemarin deh gw main-main sama mereka, pergi ke sekolah bareng, bikin PR, eh eh eh ternyata banyak dari mereka udah berkeluarga, menggendong anak, nganterin anak-anaknya ke sekolah, dan juga ada yang sedang merencanakan pernikahan di kampung halaman dengan pasangan yang baru alias cerai. Oh damn.
Yakinkah mereka dengan keputusan menikah di usia yang masih belia? Ah, don't know.. Itu sudah bukan urusan gw lagi, selama mereka nyaman, mantap menata masa depan dengan seseorang yang mereka cintai, kenapa enggak, bukan begitu?

Tapi rasa-rasanya it's not happen to me. Boro-goro ngomongin pasangan hidup, pacar aja nggak punya! Sekalipun gw punya pacar (hah, coba punya!) dan doi udah lumayan mapan, punya gawean tetap, pintar, gw sih ogah diajak nikah. Gw malah jadi paranoid gitu sama perceraian. Mungkin di agama-agama lain perceraian itu dibolehkan ya, tapi di Katolik kan enggak. Menikah untuk pertama dan terakhir kalinya dalam hidup adalah sebuah keputusan besar yang amat sangat berat. Gw mikirnya agak-agak ekstrem juga ya, kalimat sehidup-semati, suka-duka, sehat-sakit, untung-rugi (ini kok kayak investasi apa gitu kesannya XD ) ternyata memiliki makna yang sangat dalam. Lo nggak boleh berkhianat, lo akan dituntut untuk setia dalam segala situasi dan kondisi, dan hidup lo akan dihabiskan dengan satu orang sampai mau memisahkan. I wanna grow old with you, gitu lah kira-kira... Ah, so sweet..
In the end, menurut gw proses pacaran, mengenal satu sama lain harus bener-bener dilakukan dengan baik, biar nggak nyesel di kemudian hari.
Nah, masalahnya, kita nggak pernah tahu yang mana jodoh kita kan?

Hmm.. EPIC.

Tuhan Nyamar Jadi Tukang Ojek

18 Agustus jam 21.00 WIB kereta api kelas ekonomi gw berangkat dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. But wait, jam setengah delapan malam gw bahkan belum beranjak dari kamar kosan. Packing aja belom. Oh oh. Dengan agak buru-buru (baca: ambil barang seadanya) cepet-cepet packing, beli bekal, dan keluar dari kosan gw di daerah Kutek.
Sebenarnya, jam enam sore itu gw, Nico, Aan, baru selesai nonton Kungfu Panda II di Platinum Screen Margo City. Trus nemenin Aan bentar buat pas foto buat passport + visanya di studio foto deket Depok Town Square, baru beranjak ke kosan untuk packing. Yah, emang gara-gara itu sih gw telat. Tapi sumpah jalan bareng sama mereka emang asik sampai-sampai lupa waktu dan agak menyesal kenapa gw memutuskan untuk pulang di tanggal 18. Tapi, mau gimana lagi, tiket udah dibayar, dan ortu gw udah seneng anaknya ini mau juga 'dibujuk' buat pulang ke rumah setelah sebulan lebih klayapan di kota orang.
Di sepanjang perjalanan menuju Stasiun Pasar Senen itu gw deg-degan terus. Gw benar-benar cemas kalo sampai akhirnya ntar ketinggalan kereta. Gimanaaaa iniiiiii ya Tuhaaaaannn!!!
Pukul 20.48 WIB gw sampai di Stasiun Gondangdia dan nyari ojek. Damn Kopaja B20 nggak nongol-nongol, minta ngajak berantem banget. Sampah banget, abang ojek itu bilang dari Gondangdia ke Jatinegara tuh jauh dan masang tarif 20rb. Dengan embel-embel perjanjian kalo gw telat daper kereta nggak gw bayar, naik deh tuh ke motornya si abang yang ternyata ngebut dengan kecepatan maut membawa gw ke stasiun yang lebih cepet di Jatinegara.
Di sepanjang perjalanan gw nyaris mau nangis karena ga tau musti ngapain kalo sampai ketinggalan kereta. Nginep di stasiun kah? Pulang balik ke Depok kah? Ngegembel kah? #garuktanah.
And you know what, abang ojek-maut-entah-siapa-namanya-yang-minta-ongkos-20rb berhasil membawa gw melewati kerempongan Jakarta di malam hari dan masuk ke dalam gerbong dengan sangat tepat waktu.  GO to the KILL.
Yaaaaahh, at least Tuhan emang pingin banget gw pulang ternyata, sampai dibela-belain nyamar jadi tukang ojek. Hehehe