Bapak dan Ibuku punya lima orang anak, lima menantu, dan enam orang cucu. Cuman gw yang belum menikah dan bersuami, apalah umur gw yang masih 20 tahun ini guys. Hahaha.
Namun belakangan topik ini jadi bahan pembicaraan temen-temen gw di kampus, di kosan, di organisasi/kepanitiaan berbarengan dengan datangnya undangan pernikahan dari teman-teman masa kecil yang berencana mengakhiri usia lajangnya di tahun 2011 ini. Ah, rupanya mereka sudah menemukan tambatan hati...
Sulit untuk dipercaya, teman-teman gw itu bahkan ternyata sudah punya anak terlebih dahulu (baca: married by accident), dan ia kini sudah menjadi ibu/ayah di dalam keluarganya. Lucu ya, kayaknya baru kemarin deh gw main-main sama mereka, pergi ke sekolah bareng, bikin PR, eh eh eh ternyata banyak dari mereka udah berkeluarga, menggendong anak, nganterin anak-anaknya ke sekolah, dan juga ada yang sedang merencanakan pernikahan di kampung halaman dengan pasangan yang baru alias cerai. Oh damn.
Yakinkah mereka dengan keputusan menikah di usia yang masih belia? Ah, don't know.. Itu sudah bukan urusan gw lagi, selama mereka nyaman, mantap menata masa depan dengan seseorang yang mereka cintai, kenapa enggak, bukan begitu?
Tapi rasa-rasanya it's not happen to me. Boro-goro ngomongin pasangan hidup, pacar aja nggak punya! Sekalipun gw punya pacar (hah, coba punya!) dan doi udah lumayan mapan, punya gawean tetap, pintar, gw sih ogah diajak nikah. Gw malah jadi paranoid gitu sama perceraian. Mungkin di agama-agama lain perceraian itu dibolehkan ya, tapi di Katolik kan enggak. Menikah untuk pertama dan terakhir kalinya dalam hidup adalah sebuah keputusan besar yang amat sangat berat. Gw mikirnya agak-agak ekstrem juga ya, kalimat sehidup-semati, suka-duka, sehat-sakit, untung-rugi (ini kok kayak investasi apa gitu kesannya XD ) ternyata memiliki makna yang sangat dalam. Lo nggak boleh berkhianat, lo akan dituntut untuk setia dalam segala situasi dan kondisi, dan hidup lo akan dihabiskan dengan satu orang sampai mau memisahkan. I wanna grow old with you, gitu lah kira-kira... Ah, so sweet..
In the end, menurut gw proses pacaran, mengenal satu sama lain harus bener-bener dilakukan dengan baik, biar nggak nyesel di kemudian hari.
Nah, masalahnya, kita nggak pernah tahu yang mana jodoh kita kan?
Hmm.. EPIC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar