Ini hari kedua gw balik ke rumah. Yah, kalau bisa disebut rumah, karena sebetulnya gw udah nggak punya rumah. Rumah gw yang dulu itu kini ditinggali oleh sebuah keluarga yang bermata pencaharian utama sebagai penjual nasi goreng. Mereka punya 3 anak yang masih kecil. Saat gw balik, nggak ada satu niatpun untuk melihat atau bertegur sapa dengan penghuni baru ini. Bukannya sombong atau kenapa-kenapa, sedih aja deh rasanya, mending gw main ke tempat lain. Tahu kan gimana perasaan gw? Harusnya yang tinggal di situ adalah ortu gw! Tapi karena kondisi yang udah nggak memungkinkan, rumah itu disewa oleh orang lain. Huhuhu
Tapi, di suatu sore, saking kepo-nya, gw mengendap-endap berjalan menuju pintu pagar rumah gw yang berwarna jingga itu. Catnya sudah mengelupas. Oh oh. Gw mendapati sebuah pemandangan yang tidak sedap. Rumah gw sekarang udah mirip kandang babi. Berantakan, bau, semua barang bertebaran di mana-mana. Lantainya licin tidak pernah disapu atau dipel, berminyak, dan kotor. Sang penyewa rumah ini sepertinya tidak peduli dengan kondisi rumah gw yang dulunya bersih-mengkilat, sekarang udah amburadul nggak karuan. Bayangin aja, doi menjemur handuknya di pagar rumah, sandal-sandal penghuni rumah berserakan, dan cat di dinding rumah sudah mulai luntur, lembab, dan ditambah dengan lampu seadanya, rumah gw terlihat semakin temaram *adeu*
Perasaan gw campur aduk, antara pingin marah, sedih, masa bodoh, dan pasrah. Rumah yang udah gw tinggali selama hampir 18 tahun berubah menjadi kandang babi yang sesak. Di dalam ruang tamu terpasang foto anggota keluarga yang nggak gw kenal, garasi yang selama ini digunakan Bapak untuk menyimpan motornya sudah diisi dengan gerobak nasi goreng yang bukan main besarnya. Lantai penuh dengan jelaga yang membuat siapa saja akan terpeleset jika menginjaknya.
Sebenernya gw udah nggak punya hak marah-marahin si penghuni baru ini sih. Secara dia sekarang adalah penyewa yang membayar sah dan lunas selama dua tahu ke depan. Mau rumah gw dijadiin dapur nasi goreng kek, atau apapun itu terserah dia. But, pleaseee masih punya hati kaaaan? Itu rumah gueeeee.. Grr!
Last, gw menyimpan rahasia kecil ini sendirian dan cuman gw tulis di blog. Biarlah orang tua gw nggak tahu akan hal ini. Coba kalau mereka tahu, pasti deh nyesel. Huh. Pulang ke 'rumah' namun tidak tidur di rumah sendiri adalah sebuah kejadian yang janggal.
Perasaan gw campur aduk, antara pingin marah, sedih, masa bodoh, dan pasrah. Rumah yang udah gw tinggali selama hampir 18 tahun berubah menjadi kandang babi yang sesak. Di dalam ruang tamu terpasang foto anggota keluarga yang nggak gw kenal, garasi yang selama ini digunakan Bapak untuk menyimpan motornya sudah diisi dengan gerobak nasi goreng yang bukan main besarnya. Lantai penuh dengan jelaga yang membuat siapa saja akan terpeleset jika menginjaknya.
Sebenernya gw udah nggak punya hak marah-marahin si penghuni baru ini sih. Secara dia sekarang adalah penyewa yang membayar sah dan lunas selama dua tahu ke depan. Mau rumah gw dijadiin dapur nasi goreng kek, atau apapun itu terserah dia. But, pleaseee masih punya hati kaaaan? Itu rumah gueeeee.. Grr!
Last, gw menyimpan rahasia kecil ini sendirian dan cuman gw tulis di blog. Biarlah orang tua gw nggak tahu akan hal ini. Coba kalau mereka tahu, pasti deh nyesel. Huh. Pulang ke 'rumah' namun tidak tidur di rumah sendiri adalah sebuah kejadian yang janggal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar